Kurban Online, Tren Baru Kurban di Masa Pandemi

Idul adha merupakan hari raya umat muslim yang juga dikenal sebagai hari raya kurban. Idul adha juga merupakan peringatan peristiwa kurban Nabi Ibrahim AS, dimana ketika beliau mendapat mimpi menyembelih putranya, Ismail. Meski Ismail putera kesayangannya dan juga sebaliknya, Ismail menyayangi Ibrahim sebagai ayah, Islmail dengan ikhlas menerima untuk dikurbankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, sebelum Ismail sempat disembelih, Allah menggantinya dengan hewan kurban (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111).

Menurut salah satu ilmuwan muslim yang juga penulis buku, Ibnu Taymiyyah, “Maksud dari perintah menyembelih di sini adalah Allah memerintah kekasihnya (khalilullah) untuk menyembelih putranya di mana perintah ini amatlah berat. Itulah ujian bagi Ibrahim untuk membuktikan kalau ia murni mencintai Allah dan menjadikan ia khalilullah atau kekasih Allah seutuhnya. Itulah tanda kecintaan yang sempurna pada Allah.” (Ar-Radd ‘ala Al-Mantiqin, hlm. 517-518).

Peristiwa kurban Nabi Ibrahim inilah yang kemudian menjadi awal cerita diperingatinya hari raya idul adha sebagai hari raya kurban, dimana muslim yang memiliki harta yang cukup diperintahkan untuk mengurbankan hewan untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Menjelang idul adha 1441H yang jatuh 31 Juli 2020, banyak muslim yang bersiap untuk mengurbankan hewan. Ada empat komoditas untuk hewan kurban, yakni sapi, domba, kambing dan kerbau.

Meskipun saat ini Indonesia sedang di tengah-tengah masa pandemi, peneliti Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Askar Muhammad memperkirakan potensi ekonomi kurban nasional tahun 2020 mencapai Rp 20,5 triliun, yang berasal dari kaum muslim mampu yang menunaikan ibadah kurban, yang berjumlah sebanyak 2,3 juta orang per kurban (shohibul qurban), di seluruh Indonesia perputaran uang terbesar dari shohibul qurban ke peternak hewan ada di pulau Jawa.

Inovasi badan, lembaga, dan yayasan yang menjual produk kurban dan menyalurkan semakin bervariasi jenisnya, dari kurban langsung, dengan membawa dan berkurban hewan ke masjid setempat, hingga yang sekarang sedang menjadi perbincangan adalah kurban secara online.

Kurban online sebetulnya sudah ada sejak beberapa tahun belakangan, namun tidak menjadi pilihan karena pada tahun-tahun sebelumnya masyarakat banyak yang lebih memilih melaksanakan kurban secara langsung. Namun, sekarang kurban secara online ini menjadi trend di tengah pandemi. Umat muslim yang tidak bisa leluasa untuk menunaikan kurban secara langsung, entah karena sedang dalam masa isolasi dan perawatan karena mengidap Covid-19 atau sedang menjalani karantina mandiri, bisa memanfaatkan kurban online untuk tetap membayarkan kurban tanpa harus bertemu muka dengan warga lainnya.

BAZNAS sebagai Badan Amil Zakat Nasional juga ikut mengadakan kurban online dengan berbagai pilihan komoditas hewan kurban, yaitu sapi, kambing, dan domba. Daging kurban online ini diambil dari balai ternak mustahiq (penerima zakat) sebagai langkah pemberdayaan, dan disalurkan kepada masyarakat. BAZNAS menganggap kurban online ini selain sesuai syariat, juga lebih aman dan higienis karena penyembelih dan hewan kurbannya telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lembaga Zakat swasta lain juga memiliki program kurban online. Seperti contohnya rumah zakat dengan super qurban, dimana daging hasil sembelihan kurban akan diolah sebagai kornet atau rendang, lalu dikalengi agar bisa didistribusikan di seluruh Indonesia. Bahkan platform crowdfunding, KitaBisa, juga ikut mengadakan kurban online, dengan tagline sesuai syariat dan diberikan untuk yang lebih membutuhkan, KitaBisa bekerjasama dengan lembaga penyedia dan penyalur kurban tepercaya dan memberikan laporan kurban pada partner kurban setelah hewan kurbannya selesai disembelih.

Dari sisi syariat Islam, kurban online diperbolehkan karena tidak melanggar rukun syarat kurban, dan terpenting, jaminan syarat hewan kurban telah terpenuhi. Keunggulan kurban online pada masa pandemi ini adalah lebih nyaman dan aman, karena pelaksanaan penyembelihan tidak dilaksanakan bersama-sama di satu tempat, sehingga memenuhi aturan physical distancing. Kelebihan lainnya dari kurban online adalah beberapa lembaga yang memiliki program kurban online mendistribusikan kurbannya ke tempat yang jauh lebih membutuhkan, seperti daerah yang banyak warga miskin dan terpelosok.

Normal baru ternyata mempengaruhi gaya hidup hingga ibadah lebih dari yang dibayangkan, kurban online yang populer beberapa tahun belakangan menjadi solusi praktis kurban pada masa pandemi bagi masyarakat yang mampu berkurban namun dalam situasi yang tidak memungkinkan.

Tulisan ini juga dipublikasikan di Jawa Pos Radar Jember:

Meski ada typo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: