Menghadapi Dosen Penguji yang Kritis Saat Sidang Skripsi

Sumber gambar: https://xkcd.com/1403/

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Quora.

  • Sebelum sidang pasti sudah tahu siapa-siapa yang akan menguji kan? Pahami karakter masing-masing dosen. Tapi jangan samakan perilaku dosen di kelas dengan saat sidang. Dosen yang ramah bisa berubah 180 derajat saat sidang. Kenapa? Karena dia akan bertemu rekan dosen lain juga ketika sidang, dosen ingin menunjukkan profesionalismenya. Saya bisa katakan sifat asli dosen terlihat ketika menguji tugas akhir mahasiswa.
  • Harus, wajib, latihan sebelum sidang skripsi. Minta proofread skripsi kepada teman, kalau ada sih teman yang sudah lulus, jadi dia tahu mana yang kira-kira salah dan kemungkinan ditanyakan di sidang.
  • Tenang saat presentasi. Belajar cara menenangkan diri sangat penting, karena saya tidak pernah tahu ada orang yang santai saja tahu dirinya mau disidang. Dosenmu yang mau sidang disertasi itu juga bisa kena GERD saking stresnya 😛
  • Ingat bahwa dosen tidak tahu semua yang anda kerjakan, karena memang iya. Sepakar apapun dosen, mereka bukan dukun yang bisa nebak kenapa hasil skripsinya begini begitu. Skripsi itu anda kerjakan sendiri, hanya anda yang tahu apa yang anda kerjakan.
  • Skripsinya dikerjakan pakai jasa pembuatan skripsi? Oh tenang, suatu saat akan ketahuan. Skripsi anda kan dibaca sama junior terus, ada di digital library juga, ketahuan itu tinggal nunggu waktu. Ngomong-ngomong, banyak orang yang harus merelakan jabatannya hanya karena ketahuan plagiat, apalagi kalau skripsinya dibuatin? Jadi, kalau anda bermimpi untuk jadi orang berpengaruh, jangan kepikiran untuk bayar jasa pembuatan skripsi ya 🙂
  • Jawab dengan santun dan wajib mempertahankan argumentasi yang sudah anda tulis siang malam selama beberapa semester itu 🙂
  • Jangan nyolot kalau merasa dikejar pertanyaan dosen penguji.
  • Jangan nangis, serius jangan. Banyak mahasiswa yang desperate ingin lulus, ketika ditanyain dosen penguji dia nangis dulu sebelum jawab 🙂 bukannya saya tidak punya perasaan, tapi anda tidak bisa menjawab pertanyaan penguji kalau terbawa perasaan.
  • Jangan memohon untuk diluluskan, utarakan ke-desperate-anmu hanya pada dosen pembimbing skripsi, toh pada akhirnya dosen pembimbinglah yang melobby dosen lain ketika penilaian lulus atau tidak (kalau dosennya mau ya), bukan anda. Dan sikap-sikap desperate yang ditunjukkan kadang bisa jadi bumerang untuk mahasiswa sendiri, bisa bikin dosen ilfil juga 😦
  • Milyaran manusia pernah disidang skripsi (maaf males cari datanya), ada yang lulus dan ada yang tidak. Berita baiknya, skripsi yang salah bisa dikerjakan ulang! Anda juga tidak akan mati karena tidak lulus sidang atau ditanyain dosen penguji kepo. Sidang skripsi hanya bagian dari fase hidup, nothing to lose aja biar nggak tegang.

And please, no drama 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: