Apakah riwayat organisasi sangat penting dalam melamar pekerjaan?

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Quora.

Saya akan berbagi dari sudut pandang jurusan ekonomi, yang lebih dekat dengan bidang sosial humaniora.

Dulu sewaktu saya kerja di bank, saya dekat dengan HRD kantor pusat. Saya penasaran dan sempat tanya pertimbangan HRD ketika menerima karyawan, ternyata mereka mengatakan bahwa mereka bahkan tidak begitu tertarik dengan IPK, mereka melihat bagaimana kehidupan di luar kampus si pelamar, apalagi di bank juga ada training dan SKP sendiri untuk mengukur kinerja karyawan.

Nah, kalau saya ditanya sebagai dosen pembimbing akademik mahasiswa di jurusan ekonomi, saya sangat menyarankan mahasiswa untuk berorganisasi dan magang dan mengikuti segala kegiatan yang menunjang akademik maupun non akademik.

Riwayat organisasi dan magang selain bisa menghiasi CV juga melatih kerja tim. Mahasiswa yang hanya fokus pada akademis biasanya lebih individualis, sifat individualis tidak cocok untuk mahasiswa soshum, sebaiknya mahasiswa soshum terlatih bekerja dalam tim. Lagi kalau misalnya anda mahasiswa hukum atau ilmu politik, mau belajar beretorika dimana kalau tidak dimulai dari organisasi? Mau jalan aksi juga tidak mungkin sendiri kan?

Well, unless you are exceptionally smart and graduated with honours.

Saya ada beberapa teman yang bekerja di bagian finance BUMN, riwayat organisasi mereka biasa saja, tapi memang mereka super pintar (exceptionally smart) dan terbukti dengan predikat cum laude dan summa cum laude, tapi saya yakin mereka juga memiliki faktor keberuntungan. Apakah anda yakin seberuntung teman saya itu?

Kita kesampingkan politik dalam organisasi, karena saya juga tidak tahan dengan segala politik. Saya ambil contoh diri sendiri misalnya, apakah kesenangan saya dalam berorganisasi dan menjadi relawan membantu proses saya mendaftar untuk jadi dosen dan PhD? Mungkin iya terpakai, sebagai hiasan CV hahaha (CV dosen berlembar-lembar). Tapi, kalau IPK saya hanya 2,5 dan beralasan IPK kecil karena aktif 25 organisasi, saya tidak yakin pihak kampus masih mau dengan saya.

Jadi kenapa saya masih mau berorganisasi dong? Karena sebagai mahasiswa saya perlu aktualisasi diri dan kebetulan hanya organisasi yang bisa menjadi wadah aktualisasi diri ketika masih jadi mahasiswa 🙂

Organisasi juga terkadang bisa jadi shortcut saat melamar kerja, realitanya begitu. Teman saya yang diterima kerja sebagai management trainee perusahaan dan perbankan, juga di OJK/ BI adalah mahasiswa yang aktif di organisasi mereka masing-masing ketika kuliah. Yang masuk kerja untuk pekerjaan generalis (MT/ konsultan) hanya bermodal ijazah dan IPK bisa dihitung jari.

Diperkuat hasil penelitian dalam The impact of extra-curricular activity on the student experience yang menemukan aktivitas ekstrakulikuler bisa memperkuat jaringan dan menguntungkan bagi kesehatan jiwa dan raga, serta bisa memberikan dampak signifikan bagi kehidupan individu. Efek individu juga bisa berdampak positif bagi institusi/ almamater. Jika alumni memiliki kesan positif terhadap almamater, alumni akan lebih respons terhadap penggalangan dana oleh institusi dan akan dengan senang hati mendorong anak/ teman/ kenalan untuk memilih almamaternya sebagai rujukan tempat kuliah. Organisasi dan himpunan mahasiswa dll tidak hanya di Indonesia kok, di luar negeri juga ada, yang terkenal ya fraternities and sororities itu.

Hal ini mungkin akan sedikit berbeda dengan teman yang berprofesi dokter/ perawat/ bidan, sama halnya dengan yang pekerjaannya bersifat teknis/ praktis/ vokasi lainnya, mereka lulus kuliah IPK di bawah 3 juga masih bisa kerja selama punya skill atau sertifikat tertentu. Bahkan pekerjan seperti programmer tidak mengharuskan lulus dari jurusan IT, teman saya dari ekonomi bisa jadi software engineer di start up unicorn.

Kesimpulannya menurut saya: Organisasi itu penting, tapi tidak sangat penting. Anda bisa tetap mendapat pekerjaan dan survive di dunia kuliah tanpa ikut organisasi, tapi pastikan akademik/ skill anda sangat bagus. Anda mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan jaringan dari organisasi, tapi setidaknya anda bisa beraktualisasi diri di organisasi. Dan percayalah, jika anda berorganisasi dan masuk organisasi dengan tepat, anda akan bersyukur pernah jadi organisatoris, seperti saya 🙂

Hidup mahasiswa~ hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: