Sebagai dosen, bagaimana saya mengenali mahasiswa yang lebih bijak dan cerdas daripada yang lain?

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Quora.

Saya beberapa kali bertemu mahasiswa yang menurut saya bijak dan cerdas. Mereka seperti Charlie dalam film The Perks of Being a Wallflower, di adegan ini:

Selanjutnya mahasiswa tersebut akan saya sebut dengan ‘mereka’, karena jumlahnya tidak hanya satu.

Mereka selalu excellent di setiap mata kuliah yang saya ajarkan, bahkan cepat paham meskipun saya baru jelaskan. Mereka datang ke kelas selalu well prepared, tidak pernah telat (meskipun kelas saya memperbolehkan mahasiswa terlambat untuk tetap masuk kelas), mereka selalu sudah baca atau setidaknya pernah membaca materi yang akan saya ajarkan itu sebelum masuk kelas. Mereka juga selalu membawa buku, entah buku beli baru maupun buku yang mereka pinjam dari orang lain (meminjam buku kelihatannya perbuatan yang sederhana, tapi mayoritas mahasiswa malas melakukannya).

Dari pengamatan saya, mereka tidak pernah berusaha untuk terlalu menonjol di kelas. Mereka jarang menanyakan hal yang tidak perlu dan juga tidak berusaha menjawab semua pertanyaan yang saya ajukan, meskipun mereka tahu jawabannya apa.

Lalu, bagaimana saya tahu mereka mahasiswa cerdas?

Saya tahu sendiri mereka tidak peduli yang orang lain pikirkan terhadap diri mereka. Orang yang cerdas tahu prioritas dan value yang dimiliki, nggak akan sempat memikirkan pemikiran orang lain terhadap dirinya.

Mereka juga hanya mau melakukan kegiatan yang disukainya, meskipun kegiatan tersebut tidak begitu menarik bagi teman disekitarnya, mereka tidak takut dianggap ‘aneh’ atau ‘nerd‘.

Sifat yang tidak peduli terhadap omongan orang lain itu tidak membuat mereka jadi judgemental. Hampir tidak pernah saya dengar mereka membicarakan hal negatif mahasiswa lain ketika berdiskusi dengan saya— mahasiswa ‘biasa saja’ akan dengan senang hati memberi tahu dosennya akan keburukan mahasiswa lain, yang bertujuan untuk mempengaruhi dosen ikut tidak menyukai mahasiswa itu. Meskipun saya sendiri selalu berusaha objektif dalam menilai, tapi masih banyak dosen yang memberi penilaian tidak objektif.

Mereka juga sering mengajak saya diskusi di luar kelas dan yang terpenting, mereka tahu apa yang dibicarakan, bukan sekedar ingin impress dosennya dengan aktif mengajak dosen berdiskusi.

Apa yang membuat mereka berbeda dari mahasiswa lainnya?

Mahasiswa lain— yang tidak bijak tentunya, akan menggunakan seluruh waktunya untuk berdiskusi dengan dosen seolah di kelas tidak ada mahasiswa lain yang memerlukan diskusi, mungkin dia berpikir hanya dia yang tahu segalanya.

Mahasiswa yang bijak akan memberi kesempatan pada mahasiswa lain untuk berbicara di kelas, hal itu juga bukan terjadi hanya karena dia takut dicap teman-temannya sebagai mahasiswa yang ‘sok tau’ atau ‘sok pintar’ (selalu ada mahasiswa yang tidak suka punya teman lebih pintar darinya). Mereka murni melakukannya karena mau memberi kesempatan pada mahasiswa yang lain. Saya bukan dukun, tapi hal-hal seperti itu bisa saya rasakan.

Ketika anda mengajar di kelas dengan mahasiswa puluhan, sangat penting untuk tidak terpaku pada diskusi dengan satu dua mahasiswa saja, meskipun diskusi yang dilakukan itu masih menyangkut materi. Karena jika hanya diskusi dengan satu dua mahasiswa, mahasiswa lain jadi merasa terpinggirkan, hal ini juga bisa membuat dosen lupa bahwa ada mahasiswa yang tidak bicara karena nggak nyambung dengan pembahasan atau materi.

Mereka tidak pernah menganggap diri mereka spesial, mereka sopan dan tidak sok akrab dengan dosen di depan mahasiswa atau orang lain. Saya sering menemukan mahasiswa mengaku akrab dengan saya kepada orang lain, padahal tidak haha.

Terakhir, meskipun saya tentu akan mengingat nama mereka karena nilai mereka biasanya top 5% di kelas, mereka selalu memperkenalkan diri ketika mengirim pesan pribadi ke saya.

Fun fact. Biasanya mahasiswa seperti mereka senangnya berada di bawah radar— tipikal pekerja di balik layar (tapi tidak semua dari mereka introvert). Mereka tidak suka jadi pusat perhatian karena pengetahuannya. Kalau dosennya tidak peduli, mereka pasti akan hilang tertutup mahasiswa lain.

Jadi, tolong, kalau kalian sebenarnya cerdas, ngaku sajalah, capek si dosen harus mencari kalian satu-persatu diantara ratusan mahasiswa 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: