Lima hal yang sebaiknya tidak dibeli murah

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Quora.

Photo by Mia Baker on Unsplash
  1. Laptop. Dalam tiga tahun bekerja jadi dosen, saya sudah ganti 3 laptop windows. Karena kebutuhan dosen untuk sering buka tutup laptop dalam bekerja, menurut saya membeli laptop bagus itu sama dengan membeli aset produktif. Semenjak kelas online, ketangguhan laptop windows saya sudah tidak bisa diandalkan lagi, saya akhirnya beli macbook air. Setelah pakai dalam sebulan, saya menyesal kenapa nggak beli macbook dari dulu-dulu aja. Ohya, saya juga merekomendasikan iPad daripada tablet yang lain.
  2. Dompet. Selalu dibawa kemana-mana, karena kebetulan saya orangnya malas beli aksesoris begini, saya akan memilih untuk beli dompet mahal tapi gantinya bertahun-tahun sekali, daripada dompet murah yang setahun sekali ganti.
  3. Jam tangan. Kalau beli yang bermerk, apabila sudah bosan bisa dijual lagi. Tapi jam tangan saya yang hanya merk Alba bisa awet saya pakai 5 tahun. Pada dasarnya saya malas beli aksesoris sih, jadi kalau beli yang mahal sekalian.
  4. Tas— juga bisa dijual lagi. Tas mahal tidak menjamin awet, tapi ada kesan ‘lebih serius’ jika anda membawa tas yang bermerk untuk kerja.
  5. Buku. Karena yang murah biasanya bajakan. Saya masih mampu menghargai penulis dengan membeli buku asli mereka dengan harga yang sepantasnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: